DIARY BA MABA UHAMKA


 Nama: ahmad padilah

Gelombang: 3

Kelompok: 3

  

Sebelum saya menceritakan pengalaman saya saya ingin menjelaskan tentang kegiatan baitul aqram 

Baitul Arqam sendiri merupakan suatu bentuk Pembinaan di Muhammadiyah yang berorientasi pada pembinaan ideologi keislaman dan kepemimpinan. Tujuan kegiatan Baitul Arqam adalah untuk meningkatkan pemahaman keislaman, menciptakan kesamaan dan kesatuan sikap, integritas, wawasan dan cara berpikir di kalangan anggota persyarikatan dalam melaksanakan misi Muhammadiyah.

Kegiatan Baitul Arqam diselenggarakan untuk lebih memahami hakikat Muhammadiyah. Disaat kita bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah, maka kita akan mempelajari dan memahami apa itu Muhammadiyah. Salah satu yang dipelajari dalam Baitul Arqam adalah Paham Agama dalam Muhammadiyah, yang menjelaskan prinsip prinsip ibadah yang benar. Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang melaksanakan dakwah dan tajdid untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Dalam rapat pemantapan hari ini, dibahas beberapa hal terkait pelaksanaan, seperti jumlah peserta, materi, anggaran serta yang paling penting adalah pembahasan mengenai tema kegiatan. Diputuskan dalam rapat ini Baitul Arqom mengambil tema: “Baitul Arqom sebagai upaya menggerakan pikir, zikir, dan amal sebagai wujud pengabdian pada persyrikatan Muhammadiyah.” dari yang saya kutip di salah satu media kegiatan baitul aqram adalah seperti di atas! 

Dan saya akan menceritakan pengalaman saya selama mengikuti kegiatan baitul aqram :

 Pengalaman saya selama mengikuti kegiatan baitul aqram, mendapat banyak sekali ilmu" Yg sebelumnya belum pernah saya dapatkan, dan juga bisa bertemu teman" Baru, menurut saya dengan adanya kegiatan baitul aqram kita bisa menjadi lebih mandiri, dan di latih untuk selalu menjalankan ibadah tepat waktu, di sana juga terdapat guru" Hebat yang menjelaskan tentang sesuatu yg sebelumnya saya tahu seperti tokoh kh. Ahmad dahlan dan buya hamka di sana juga kegiatannya sangat bermanfaat sekali seperti membaca alquran praktek sholat, dan juga di ajarkan untuk sholat tepat waktu, sebelumnya saya jarang atau bahkan tidak pernah sholat tahajjud tapi di sana kita di ajarkan cara sholat tahajjud di sana juga instruktur nya ramah ramah dan juga selalu membimbing dengan baik, dan juga di sana kita di kasih makan 3 x dalam  sehari jadi gak perlu mikirin makan sama sekali walapun kegiatan di sana sangat bermanfaat tetapi juga saya merasa sedikit lelah karna belum terbiasa melakukan hal yang sebelumnya belum pernah saya lakukan, seperti tidur jam 12 dan bangun jam 3 subuh, dan juga melakukan kegiatan hampir 20jam dan hanya istirahat selama 3/4 jam dan juga menurut saya kekurangan di sana seperti kamar mandi yg sedikit tetapi jumlah peserta yang banyak, selain itu aktivitas yang di lakukan di sana seru" Seperti berolahraga seperti senam saya yang biasanya jarang berolahraga atau bahkan tidak pernah berolahraga jadi ikut olahraga tetapi saya melakukannya bukan karena terpaksa tetapi memang kegiatan yang seru,di tambah kita ikut senam sama orang - orang atau teman - teman baru yang sebelumnya tidak pernah kita jumpai jadi semakin seru di sana juga terdapat kantin, dengan adanya kantin tersebut sangat berguna sekali ketika kita sedang lapar atau haus saat malam hari atau saat selesai melakukan acara atau kegiatan baitul aqram di sana juga terdapat banyak orang - orang pintar yang sebelumnya belum atau karangan saya temui,dari mereka juga saya belajar tentang agama-agama tentang kegiatan baitul aqram dan tentang tokoh-tokoh pendiri muhammadiyah,di sana saya juga di tuntut untuk menjadi percaya diri dan menurut saya itu sangat bagus untuk saya orang yang jarang berbicara di depan umum,setelah mengikuti kegiatan baitul aqram saya menjadi lebih pd atau percaya diri ketika berhadapan dengan seseorang di depan umum di hari pertama mengikuti bam saya dapat melaksanakan nya dengan lancar,di hari kedua pun juga sama,tetapi di hari ketiga badan saya mulai sakit atau pegal pegal jadi di hari terakhir saya memutuskan untuk menaiki lift bukan tangga dan di sana saya juga di pandu dengan sangat baik oleh kakak tinggal / instruktur nya,saya harap kalian semua mengikuti kegiatan baitul aqram sampai selesai karna menurut saya banyak sekali ilmu yang dapat kita ambil dari kegiatan tersebut,saya harap kegiatan baitul aqram uhamka tahun ini sukses dan juga lancar,dan semoga kegiatan baitul aqram di tahun tahun berikutnya semakin baik lagi itu saja dari saya, dan saya juga ingin menjelaskan tentang apa yang saya pelajari di sana saya mempelajari tentang tokoh buya hamka,saya akan menjelaskan tentang tokoh Buya hamka dan Kh ahmad dahlan:

Buya Hamka, atau bernama asli Abdul Malik Karim Amrullah adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dikenal pula sebagai tokoh Masyumi dan ulama Muhammadiyah. Sepanjang hidupnya, Hamka dikenal sebagai sosok ulama besar yang gigih membela Islam dan sangat tegas dalam hal akidah, tanpa kompromi.

“Kita sebagai ulama telah menjual diri kita kepada Allah, tidak bisa dijual lagi kepada pihak manapun!” tegas Hamka setelah dilantik sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1975 (Artawijaya, Hidayatullah, 2 Juli 2013).

Salah satu contoh ketegasan itu adalah saat dirinya menjabat sebagai Ketua MUI, di mana ia berani mengeluarkan fatwa yang sampai saat ini masih menjadi diskusi keagamaan, bahkan memantik perdebatan, yakni mengeluarkan fatwa haram bagi umat Islam terkait perayaan Natal bersama.

Bahkan, pada 19 Mei 1981, Hamka mundur dari jabatannya sebagai Ketua MUI karena merasa ditekan oleh menteri agama waktu itu, Alamsyah Ratu Perwiranegara. Buya memilih mundur daripada harus menganulir fatwa tersebut.

Di sisi lain, Hamka juga dikenal sebagai penulis, salah satu novelnya yang terkenal adalah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, belakangan novel ini diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama. Pemeran dari film ini adalah Herjunot Ali, Pevita Pearce dan Reza Rahadian.

KH Ahmad Dahlan adalah pendiri Muhammadiyah. Lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1968. Meski perjuangannya dalam membangun bangsa tidak terbantahkan, beliau baru mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1961 berdasarkan SK Presiden No.657 pada tahun 1961. Hj. Siti Walidah, pendiri gerakan perempuan Aisyiyah.Pada 1909, ia bergabung ke dalam organisasi Budi Utomo. Dari organisasi ini ia berharap dapat memberitakan reformasi kepada anggotanya.Namun, para pendukungnya justru mendesak Dahlan untuk mendirikan organisasi sendiri. Pada 1912, Ahmad Dahlan pun mendirikan Muhammadiyah, organisasi pendidikan sebagai sarana untuk mewujudkan cita-cita reformasinya. Perkumpulan ini berdiri tepatnya pada 18 November 1912. Sejak awal, Dahlan sudah menetapkan bahwa Muhammadiyah tidak bergerak dalam bidang politik, melainkan sosial dan pendidikan. Pada 20 Desember 1912, Ahmad Dahlan mengajukan permojonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mendapat status sebagai badan hukum. Terima kasih itu saja diary Baitul aqram MABA UHAMKA. 


Komentar